Tri Hita Karana: filosofi Bali di balik Eywa Retreat
Selaras dengan alam, dengan sesama, dan dengan yang spiritual
Tri Hita Karana adalah filosofi leluhur Bali. Artinya kurang lebih tiga penyebab kesejahteraan, dan gagasannya sederhana: hidup yang baik lahir dari keharmonisan antara manusia dengan Sang Pencipta, dengan sesama, dan dengan alam. Anda bisa melihatnya di seluruh Bali, di pura-pura, dalam cara desa berbagi pekerjaan di sawah, dan dalam kepedulian terhadap tanah.
Di Eywa Retreat, Tri Hita Karana adalah titik awal kami, dan kami merangkumnya dalam dua kata: terhubung, hidup selaras.
Palemahan: selaras dengan alam
Empat belas lumbung, tempat penyimpanan padi tradisional Bali, di tengah taman tropis yang rimbun, dibangun dengan bahan alami dan menyatu dengan alam. Taman bukan sekadar latar: jalan setapak, bunga, dan pohon kehidupan hadir di seluruh area.
Pawongan: selaras dengan sesama
Keharmonisan antarmanusia adalah tentang berkumpul. Di Eywa, itu terjadi di Orama, restoran kami, di Akaré, bar eliksir botani kami, dan dalam perayaan yang dapat memenuhi seluruh area, dari pernikahan hingga retret.
Parahyangan: selaras dengan yang spiritual
Yoga, meditasi, latihan pernapasan, dan sound healing untuk memulihkan keseimbangan, energi, dan ketenangan batin. Kami mengadakan sesi kelompok mingguan untuk meditasi, latihan pernapasan, dan sound healing, serta yoga, tai chi, reiki, dan meditasi pribadi sesuai permintaan. Sesi diadakan di taman, di bawah pohon kehidupan, hanya beberapa langkah dari lumbung Anda.
Merasakannya selama menginap
Anda tidak perlu memahami filosofinya untuk merasakannya. Ia ada dalam pagi hari di taman, sesi di bawah pohon kehidupan, eliksir botani di Akaré dan makan malam bersama di Orama, serta ketenangan kolam renang pribadi Anda di penghujung hari.



Komentar